Arti Pom Pom Dalam Saham dan Cara Menyikapinya

Istilah pom-pom kerap kali kita dengar dalam dunia pasar modal. Mungkin masih banyak dari kita yang belum mengenal istilah ini dengan baik. Arti pom pom secara singkat yakni menggambarkan perilaku mengajak seorang yang memiliki pengaruh untuk membeli suatu saham.

Istilah pom-pom saham sendiri berasal dari kata Pump-Pump yang biasanya di ajarkan pada kelas investasi. Kata tersebut di serap lidah orang Indonesia sehingga di kenal dengan istilah Pom-Pom. Fenomena ini pada dasarnya bukanlah hal yang baru, di berbagai negara seperti Amerika fenomena ini merupakan suatu hal yang sering kita temui Praktek ini dikenal dengan istilah Pump and Dump yang memiliki arti pompa dan buang.

Arti Pom Pom Saham

Pom-Pom saham yakni upaya untuk mengajak seseorang membeli suatu saham. Upaya tersebut di lakukan dengan menyebarkan ajakan yang menyesatkan atau berlebihan yang membuat orang lain terpengaruh. Praktek seperti ini biasanya di lakukan oleh seseorang yang memiliki pengikut.

Dengan posisinya yang berpengaruh ia bisa dengan mudah mengajak seseorang untuk mengikutinya. Ketika melakukan pom-pom atau hasutan tersebut, mereka biasanya memiliki tujuan tertentu. Sebagai contoh untuk membuat harga saham yang ia punya naik. Dengan begitu ia bisa menjual saham tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

Pom Pom atau ajakan membeli suatu saham pada dasarnya bukan hal yang negatif. Tidak jarang rekomendasi yang di berikan merupakan rekomendasi yang baik. Terlebih jika saham yang direkomendasikan merupakan saham dengan fundamental yang baik.

Praktek pom-pom tidak hanya kamu temui dalam dunia pasar saham saja. Fenomena ini juga kerap kali ada di dunia cryptocurrency atau insrument lainnya.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  7 Pertimbangan Dalam Memilih Perusahaan Sekuritas

Mengapa Harga Saham Bisa Terpengaruh Akibat Pom Pom

Ketika banyak orang yang terpengaruh dengan ajakan membeli saham yang dilakukan oleh seorang yang berpengaruh. Harga saham dapat meningkat akibat banyaknya permintaan, hal tersebut sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran.

Semakin banyak permintaan akan suatu barang maka harga akan semakin tinggi. Sedangkan semakin banyak penawaran maka harga akan cenderung lebih rendah. Itulah mengapa ajakan untuk membeli saham yang dilakukan oleh mereka yang berpengaruh dapat mempengaruhi pasar.

Apakah Pom-Pom Saham Itu Salah?

Lalu apakah praktek pom pom saham yang dilakukan seseorang merupakan tindakan yang salah?

Pada dasarnya kita tidak bisa langsung menghakimi tindakan seseorang. Bagaimanapun bermain saham atau investasi merupakan suatu tindakan yang harus di perhitungkan oleh masing-masing individu. Segala keuntungan dan kerugian yang didapat merupakan tanggung jawab masing-masing individu.

Begitupula dalam hal memilih saham, pada dasarnya semua merupakan keputusan individu tersebut. Pasalnya tidak sedikit ajakan membeli saham yang dilakukan merupakan hal yang benar dan tidak menyesatkan. Itulah mengapa semua tergantung pada keputusan individu itu sendiri.

Ketika mendapati suatu rekomendasi saham, hendaklah untuk melakukan analisis lebih lanjut dan membuat keputusan dengan lebih matang. Jangan hanya asal membeli saham karena mendengar ajakan dari seseorang yang berpengaruh. Karena tidak ada yang bisa memprediksi pergerakan pasar dengan pasti. Itulah mengapa sebaiknya lakukan analisa kamu sendiri dan ambil keputusan pembelian yang matang.

Kesimpulan

Pada intinya berbagai keputusan yang kita lakukan penting untuk didasari oleh analisis yang baik. Tidak semua pilihan yang tersebut cocok dengan keadaan atau kebutuhan kita. Karena keragaman setiap individu itulah yang membuat pentingnya untuk melakukan analisis lebih lanjut dalam mengambil tindakan.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Perbedaan Trading Saham dan Investasi Saham

Picture by Melany Rochester on Unsplash

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: