Manajemen Investasi: Cara Menyikapi Portofolio Minus

Cara Menyikapi Portofolio Minus – Seperti kita ketahui, investasi merupakan kegiatan yang penuh akan resiko. Pasalnya ketika kita berinvestasi pada suatu produk investasi, tidak hanya keuntungan yang selalu kita hadapi, melainkan juga kerugian. Itulah mengapa perlunya pemahaman dan manajemen investasi yang baik.

Ketika menghadapi suatu waktu ketika portofolio investasi kamu minus, perlu adanya cara yang tepat dalam menyikapinya. Dengan cara menyikapi yang baik kita bisa menghadapi keadaan tersebut dengan kepala yang lebih dingin, sehingga keputusan yang kita ambil juga akan lebih baik.

Berikut ini beberapa sikap yang perlu kamu miliki sebagai seorang investor agar membuat kita lebih baik dalam mengambil suatu keputusan.

Apa Itu Portofolio Investasi?

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai cara menyikapi portofolio investasi yang minus. Ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu portofolio investasi, khususnya bagi kamu yang masih baru dalam dunia investasi.

Jadi secara sederhana portofolio investasi merupakan kumpulan aset investasi yang kita miliki. Bisa berupa saham, obligasi, emas, deposito, properti dan produk investasi dari instrumen investasi lainnya.

Oleh karena itu seorang investor harus melakukan diversifikasi investasi terlebih dahulu agar memiliki portofolio atau kumpulan aset investasi tersebut. Mengenai strategi investasi dengan cara diversifikasi dapat kamu baca pada artikel berikut Strategi Investasi: Jangan Menaruh Telur di Satu Keranjang

Dimana Kita Bisa Mencari Tahu Portofolio Investasi

Portofolio investasi sendiri bisa kita dapatkan melalui sekuritas yang kita gunakan. Baik itu sekuritas saham seperti IPOT, atau sekuritas Reksa Dana seperti Bibit, dan yang lainnya. Pada bagian menu portofolio kita bisa melihat alokasi dana investasi yang kita miliki pada berbagai produk yang kita pilih.

Keuntungan atau kerugian pada produk yang kita pilih akan langsung bisa kita lihat pada kategori Gain/Loss. Sehingga kita tidak perlu repot lagi untuk menghitung total kerugian atau keuntungan yang kita miliki.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Strategi Investasi Untuk Ibu Rumah Tangga Tanpa Ribet!

Kemudian kita juga bisa mengakses laman AksesKSEI yang merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di Pasar Modal Indonesia. Lembaga ini yang menyediakan layanan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur, wajar, dan efisien. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Pada laman tersebut kita bisa melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengikuti langkah-langkah yang ada. Setelah itu nantinya data kamu akan langsung masuk dan tersinkronisasi secara otomatis. Sehingga kamu bisa melakukan pengecekan aset yang kamu miliki pada bagian portofolio.

Pada bagian portofolio tersebut kamu bisa melihat semua aset investasi yang kamu miliki pada berbagai sekuritas. Baik itu saham, obligasi, maupun Reksa Dana, sehingga kamu tidak perlu repot lagi untuk melihat alokasi dana investasi yang kamu miliki.

Cara Menyikapi Portofolio Minus

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, keadaan minus dalam berinvestasi bukanlah hal yang baru melainkan wajar terjadi. Itulah mengapa perlu manajemen investasi dan cara menyikapi berbagai keadaan dengan baik agar kita bisa mengambil keputusan dengan lebih baik.

1. Ingat Kembali Tujuan Investasi Kita

Dalam berinvestasi tentunya kita memiliki tujuan investasi masing-masing yang menjadi pertimbangan kita dalam mengambil keputusan. Dengan adanya tujuan yang jelas akan membuat kita lebih matang dalam mengambil keputusan.

Sebagai contoh kita berinvestasi pada salah satu saham blue chip dengan tujuan investasi jangka panjang. Tujuan tersebut perlu kita pegang dengan baik, sehingga ketika suatu ketika saham tersebut turun kita tidak harus khawatir. Karena tujuan investasi yang kita lakukan yakni investasi jangka panjang, sesuai dengan analisa yang telah kita lakukan.

Itulah alasan pentingnya manajemen investasi seperti menentukan strategi investasi, maupun tujuan investasi. Sehingga kita bisa menghadapi berbagai kondisi dengan kepala yang lebih dingin.

2. Lakukan Analisa Ulang, dan Percaya Diri

Seperti yang kita ketahui, tidak ada yang bisa mengetahui bagaimana pergerakan pasar kedepannya. Kita hanya bisa mempelajari dan melakukan analisis dengan berbagai ilmu dan pengalaman yang kita miliki.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Cara Membeli Saham, Cukup 3 Langkah Saja

Memiliki ilmu dan kemampuan tentunya tidak cukup jika tidak kita barengi dengan kepercayaan diri yang baik. Oleh karena itu ketika keadaan portofolio investasi kita minus, ada baiknya untuk tetap yakin dengan analisa yang telah kita lakukan.

Selain itu kita juga bisa melakukan analisa ulang untuk mencari tahu apakah ada kesalahan dan sebagainya. Kemudian percaya diri pada pilihan yang kita ambil dengan berbagai pertimbangan yang telah kita lakukan.’

3. Kesempatan Untuk Melakukan Average Down

Ketika suatu produk investasi yang kita miliki mengalami penurunan, kita bisa memanfaatkannya sebagai suatu kesempatan. Sebagai contoh dengan melakukan strategi average down yang dapat membuat kita bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Sehingga keadaan minus pada suatu produk investasi tidak selalu menjadi hal yang tidak baik. Karena kita juga bisa memanfaatkannya untuk menambah dana investasi kita sehingga membuat rata-rata menjadi lebih kecil. Cara seperti ini tentunya perlu kita barengi dengan perhitungan dan pertimbangan yang baik.

4. Jangan Terburu-Buru dalam Mengambil Keputusan

Ketika keadaan portofolio minus, ada baiknya untuk mendinginkan kepala terlebih dahulu. Sehingga kita tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan baik itu keputusan penambahan dana maupun penarikan dana.

Keputusan yang kita ambil secara terburu-buru tidak jarang memberikan dampak yang kurang baik. Ada baiknya untuk melakukan analisa ulang dan memperhitungkan berbagai pertimbangan dengan lebih baik lagi.

5. Mengalihkan Alokasi Dana Investasi

Ketika portofolio investasi pada suatu produk mengalami penurunan, kamu bisa mengambil keputusan lain. Sebagai contoh yakni dengan mengalihkan alokasi dana investasi kamu pada produk yang lebih stabil.

Terlebih ketika kamu ingin menggunakan dana tersebut dalam jangka waktu yang dekat. Ada baiknya untuk mengalokasikannya pada produk investasi yang memiliki tingkat risiko lebih kecil seperti Resakdana, dan yang lainnya. Tentunya sesuai dengan kebutuhan investasi dan analisa yang kamu yakini.

Pentingnya Manajemen Investasi dalam Mengelola Portofolio Investasi

Agar membuat portofolio investasi yang kita miliki menjadi lebih baik khususnya berdasarkan kriteria kita, perlu adanya manajemen investasi yang baik. Ketika mengambil keputusan, perlu adanya analisa yang baik sesuai dengan profil resiko yang kita miliki dan berbagai pertimbangan lainnya.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Jangan Sampai Terjerat Hutang, Berikut Tips Melunasinya

1. Tujuan Investasi

Goals atau tujuan dalam berinvestasi sangatlah mempengaruhi dalam mengambil keputusan berinvestasi. Sebagai contoh dalam memilih produk yang sesuai dengan tujuan yang hendak kita capai. Tanpa adanya tujuan yang jelas tentu akan membuat investasi dan portofolio kita menjadi tidak tertata dengan baik.

2. Jangka Waktu

Selain tujuan hal lain yang juga menjadi perhatian yakni jangka waktu investasi yang kita tentukan. Tidak semua produk investasi cocok untuk kita pegang dalam jangka waktu dekat, dan juga sebaliknya. Oleh karena itu penting untuk menentukan jangka waktu dalam berinvestasi, sehingga kita bisa memilih produk dengan lebih baik.

3. Modal

Selain dua hal sebelumnya, faktor lainnya yang juga perlu kita perhatikan yakni modal atau kemampuan yang kita miliki. Tentunya setiap orang memiliki modal yang berbeda-beda, dan hal ini perlu menjadi pertimbangan dalam berinvestasi. Jangan sampai manajemen yang buruk membuat kita menggunakan dana yang tidak boleh kita gunakan untuk berivestasi.

4. Kenali Profil Risiko yang Sesuai

Setiap orang tentunya memiliki profil risiko mereka masing-masing yang membuat gaya investasi mereka berbeda-beda. Peranan profil risiko sendiri cukup penting dalam berinvestasi, karena kita bisa mempertimbangkan keputusan dengan lebih baik.


Seperti itulah kiranya cara yang bisa kita lakukan dalam menyikapi keadaan portofolio investasi yang minus. Bagaimanapun keputusan ada pada tangan kita masing-masing dan segala keuntungan dan kerugian merupakan tanggung jawab masing-masing. Itulah mengapa penting adanya untuk memiliki manajemen dan pengetahuan serta pengalaman yang selalu terus kita asah. Sehingga kita bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak dalam berbagai kondisi baik itu untung maupun rugi.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: