Berbagai Faktor Pemicu Turunnya Harga Saham yang Perlu Kamu Tahu!

Faktor Pemicu Turunnya Harga Saham – Sama halnya dengan berbisnis, keuntungan dan kerugian juga dapat terjadi ketika kita berinvestasi pada suatu instrumen investasi misalnya seperti saham.

Seperti yang kita ketahui, keuntungan yang bisa kita dapat dari investasi saham yakni ada dua, yaitu dari margin dan dividen. Ketika harga saham tersebut mengalami kenaikan dari situlah kita mendapatkan selisih harga atau margin itu tadi. Kemudian ketika perusahaan dari saham yang kita pegang melakukan aksi korporasi berupa pembagian laba, sebagai pemegang saham perusahaan tersebut kita berhak atas laba atau dividen tersebut.

Tingginya fluktuasi harga instrumen investasi saham tidak jarang membuat para investor mengalami kerugian karena terjadinya penurunan harga. Ketika terjadi penurunan harga sebuah saham biasanya terjadi karena suatu alasan yang mendasarinya.

Oleh karena itu sebagai seorang investor penting untuk mengetahui apa saja faktor-faktor pemicu penurunan harga suatu saham. Sehingga kita bisa melakukan antisipasi atau analisa yang lebih baik dalam melakukan keputusan pembelian suatu saham.

Faktor-Faktor Pemicu Turunnya Harga Saham

1. Fundamental Perusahaan yang Kurang Baik

Sebuah saham dengan fundamental perusahaan yang kurang sehat atau baik cenderung akan memiliki risiko yang lebih besar. Saham-saham dengan fundamental kurang baik umumnya akan memiliki fluktuasi harga yang sangat tinggi. Dalam waktu yang singkat tidak jarang saham tersebut mengalami peningkatan yang signifikan atau bahkan penurunan yang signifikan.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Cara Berinvestasi Bagi Pemula, Pasti Langsung Bisa!

2. Sentimen dan Rumor

Harga suatu saham sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran yang terjadi, hal tersebut sesuai dengan konsep ekonomi. Ketika terjadi penawaran yang berlebih akan berdampak pada penurunan harga, dan ketika terjadi permintaan berlebih akan membuat kenaikan harga. Pada pasar modal, sentimen dan rumor memiliki peranan yang cukup berpangaruh dalam menentukan perilaku para pelaku pasar dalam melakukan keputusan pembelian atau penjualan. Oleh karena itu tidak jarang sentimen dan rumor menjadi pemicu suatu saham mengalami penurunan.

3. Bandar Saham Ikut Bermain

Pada pasar modal pelaku pasar yang bersifat individual biasanya kita sebut dengan retail yang biasanya melakukan transaksi yang lebih kecil. Pelaku pasar lainnya yakni bandar yang biasanya melakukan transaksi saham yang lebih agresif dan lebih besar. Ketika bandar saham ikut bermain tidak jarang harga suatu saham akan mengalami perubahan yang signifikan baik itu turun ataupun naik.

4. Aksi Korporasi Perusahaan

Salah satu faktor pemicu penurunan harga saham lainnya yakni aksi korporasi yang dilakukan perusahaan. Salah satu contoh aksi korporasi yang dilakukan perusahaan yakni pembagian laba perusahaan atau dividen. Dalam pasar modal kita kenal istilah Dividen Trap atau jebakan dividen. Pada saat perusahaan menetapkan jadwal cum date dividen akan menjadi perhatian para pelaku pasar. Tidak jarang para pelaku pasar yang terjebak dividen trap karena mengincar keuntungan dari pembagian dividen dan harapannya yakni dari kenaikan harga saham setelah pembagian dividen. Tidak jarang harga saham malah mengalami penurunan setelah pembagian dividen, kondisi demikianlah yang kita sebut dengan dividen trap.

5. Prospek Perusahaan di Masa Depan

Dalam memilih suatu saham tentunya memerlukan analisa baik itu analisa fundamental maupun teknikal. Dalam melakukan analisa fundamental tidak jarang kita menganalisa prospek perusahaan di masa yang akan datang. Faktor ini sangat menentukan para investor dalam melakukan keputusan pembelian ataupun manajemen investasi mereka. Ketika suatu perusahaan memiliki prospek yang kurang baik kedepannya dalam kurun waktu tertentu, harga saham perusahaan tersebut cenderung akan mengalami penurunan.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Yuk Kenalan Dengan 4 Jenis Reksadana Populer Ini

Pentingnya Analisa Sebelum Membeli Sebuah Saham

Bagaimanapun sebagai pelaku pasar baik itu profesional sekalipun yang sudah memiliki pengalaman berlimpah, mereka tidak dapat memprediksi pasar secara tepat. Karena sebagai manusia kita hanya bisa melakukan perhitungan atau analisa untuk menggambarkan keadaan kedapannya.

Itulah mengapa melakukan analisa sebelum membeli saham sangat penting, karena dari situlah kita bisa membulatkan keputusan kita.

Pada dasarnya kondisi pasar merupakan suatu hal yang dapat kita analisa, itulah yang membuat investasi saham merupakan kegiatan yang memiliki dasar dalam mendapatkan keuntungan. Ketika kita membeli sebuah saham, sama halnya kita membeli sebuah perusahaan dan menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut.

Sehingga ketika perusahaan tersebut memiliki fundamental yang sehat dan baik tentu akan berdampak pada nilai saham mereka.

Setiap keputusan yang kita lakukan dalam pasar modal tentunya merupakan tanggung jawab kita sendiri. Itulah mengapa sebaiknya melakukan analisa sesuai dengan manajemen investasi dan profil resiko masing-masing. Bukan malah ikut-ikutan rekomendasi dari orang lain dan menelannya mentah-mentah. Kerugian dan keuntungan merupakan tanggung jawab yang akan kita tanggung sendiri, sehingga kita perlu melakukan keputusan yang matang.

Kunjungi juga BerbagiCoretanku untuk artikel menarik lainnya

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: