Jangan Berikan Foto KTP dan Selfie Kamu dengan Mudah

Foto KTP dan Selfie – Sebagaimana kita ketahui, perkembangan teknologi informasi saat ini sudah sangat pesat. Kita berada pada era yang mengalami berbagai perubahan begitu cepat dalam berbagai aspek kehidupan.

Pada zaman sekarang sudah banyak hal yang telah terintegrasi secara online dengan internet. Berbagai kegiatan seperti pengiriman uang, investasi, berbisnis, atau bahkan untuk kebutuhan sehari-hari sudah dapat kita lakukan melalui genggaman tangan.

Perkembangan tersebut tentunya memberikan dampak kepada manusia dari kedua sisi yakni positif dan juga negatif. Melihat sisi positif, perkembangan teknologi informasi memberikan kita kemudahan dalam berbagai hal. Namun tidak terlepas dari itu, perkembangan teknologi informasi juga memberikan dampak negatif seperti tindak penipuan.

Dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi menjadi daya tarik bagi para oknum nakal untuk mencari keuntungan. Banyak dari mereka yang memanfaatkan kelengahan manusia ketika mempergunakan teknologi dan mengambil keuntungan disana.

Salah satu hal yang mungkin perlu kita perhatikan untuk menjaga keamanan kita yakni mengenai data diri. Beberapa aplikasi seperti dompet digital, sekuritas investasi, pinjaman online dan yang lainnya umumnya mengharuskan kita untuk memberikan data diri kita.

Data diri yang mereka minta biasanya berupa foto KTP, foto selfie dengan KTP, foto tanda tangan, ataupun rekaman suara. Data tersebut mereka gunakan guna proses verifikasi lebih lanjut mengenai kebenaran identitas kita.

Kegiatan seperti itu memang merupakan hal yang legal, terlebih ketika berurusan dengan uang seperti aplikasi Investasi, pinjaman online, dan sebagainya.

Jangan Berikan Foto KTP ataupun Selfie dengan KTP Kita Sembarangan

Salah satu modus penipuan yang cukup sering terjadi yakni berkaitan dengan permintaan identitas diri kita berupa KTP. Pasalnya persyaratan paling minim untuk verifikasi data diri yakni melalui foto KTP dan foto selfie dengan KTP.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Cara Jualan di Shopee untuk Pemula dan Tips Sukses

Ketika kita mengirimkan foto KTP atau selfie dengan KTP kepada orang lain yang tidak kita kenal, merupakan tindakan yang berbahaya. Karena data diri tersebut bisa mereka gunakan untuk hal yang menguntungkan mereka, sebagai contoh kasus yakni melakukan pinjaman online.

Ada banyak aplikasi pinjaman online yang kini bisa kita temui dengan proses yang bahkan cukup mudah. Umumnya kita hanya perlu melakukan verifikasi data diri dengan melakukan upload data berupa foto KTP dan yang lainnya.

Itulah mengapa orang lain bisa saja menggunakan foto KTP tersebut untuk melakukan pinjaman online atas nama kita. Akibatnya tanpa tahu apa-apa yang ada kita hanya malah memiliki hutang yang perlu kita bayarkan karena pinjaman online tersebut.

Modus yang mereka gunakan untuk mendapatkan data diri kita juga cukup beragam. Sebagai contoh melalui direct message media sosial, pesan siaran, tautan atau link, akun fake, sms, atau bahkan melalui telpon.

Itulah mengapa pentingnya untuk memperhatikan keamanan data pribadi kita baik secara offline maupun online. Agar data tersebut tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum nakal yang ada banyak diluaran sana.

Tips Menghindari Penipuan Online

Beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu kita agar terhindar dari aksi tidak bertanggung jawab para oknum penipuan.

1. Hindari Untuk Mengirimkan Data Pribadi Sembarangan

Agar kita tidak terkena aksi penipuan, ada baiknya untuk menjaga data pribadi kita dengan lebih baik. Seperti jangan memberikannya kepada orang yang tidak kita kenal dengan alasan apapun. Selama kita tidak bisa mengkonfirmasi lebih lanjut keperluan dan keamanannya jangan berikan data sembarangan.

Sebagai contoh ketika melamar pekerjaan dan diminta untuk mengirimkan data berupa foto selfie dan KTP. Ada baiknya untuk memberikan watermark pada foto agar tidak mereka salah gunakan untuk keperluaan yang merugikan kita.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Rekomendasi Aplikasi Kasir untuk Optimalkan Bisnis Kamu

2. Pastikan Aplikasi atau Media Legal

Ketika ingin memberikan data pribadi pada pihak lain seperti aplikasi pinjaman online. Ada baiknya untuk memperhatikan legalitasnya. Aplikasi atau perusahaan yang sudah terdaftar pada lembaga-lembaga penjamin milik pemerintah tentunya aman untuk kita gunakan.

Sebagai contoh aplikasi untuk investasi yakni sekuritas, pastikan untuk memilih sekuritas yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Dengan begitu sekuritas tersebut telah terjamin keamanannya untuk kita gunakan.

3. Selalu Berhati-hati dengan Hal Mencurigakan

Penting untuk selalu berhati-hati dengan hal yang mencurigakan seperti tautan yang kita dapat melalui broadcast. Akun-akun media sosial yang palsu atau fake, spam call, dan hal lainnya yang tidak bisa kita verifikasi latar belakangnya.

Umumnya lembaga-lembaga atau perusahaan legal tidak meminta data diri seperti email, password, username, dan hal lainnya seperti melakukan permintaan transfer. Kemudian kita juga bisa dengan mudah memastikan apakah informasi tersebut berasal dari sumber yang legal dan aman.

4. Melakukan Verifikasi Dua Langkah Pada Akun

Salah satu cara lain yang juga bisa kita gunakan yakni dengan mengamankan akun kita. Salah satunya dengan mengatifkan metode verifikasi dua langkah pada akun.

Dengan pengaturan seperti ini para oknum nakal seperti peretas yang berusaha membobol akun kita akan semakin kesulitan. Karena mereka memerlukan akses yang lebih banyak untuk berhasil membobol akun kita. Itulah alasan pentingnya menggunakan pengaturan verifikasi dua langkah pada akun kita.

Umumnya pengaturan ini juga sudah ada pada berbagai aplikasi yang populer kita gunakan. Karena keamanan memang menjadi prioritas yang sangat diperhatikan oleh berbagai lembaga terkait.

Kesimpulan

Pada dasarnya tindakan oknum-oknum tidak bertanggung jawab sudah dari dulu kita temui. Namun dengan berkembangnya zaman maka berkembang juga modus-modus atau metode penipuan yang mereka gunakan. Itulah mengapa penting untuk tetap update dengan informasi-informasi terkini sebagai bekal kita pribadi menjaga diri.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Lakukan Ini Biar Akun Whatsapp Kamu Lebih Aman

Pada dasarnya tindak kejahatan terjadi ketika adanya kesempatan seperti misalnya human error. Agar dapat terhindar dari aksi tersebut tentunya tidak terlepas dari kepedulian kita sendiri. Jika kita acuh tak acuh dengan sekitar tentu akan membuat kemungkinan kita menjadi korban aksi menjadi lebih besar.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: