Kisah Perampok Cerdas yang Bisa Menjadi Pelajaran

Mungkin beberapa dari kamu sudah pernah mendengar salah satu kisah menarik yakni kisah perampok cerdas. Saya sendiri cukup lama tahu cerita ini melalui media sosial, dan baru-baru ini saya kedapetan lagi dengan postingan cerita ini. Tidak ambil pusing saya langsung mencoba menuangkannya pada artikel kali ini agar semuanya bisa ikut membaca cerita menarik ini.

Dalam cerita Perampok Cerdas ini ada banyak pelajaran dan nilai kehidupan yang bisa kita pelajari. Dengan unsur humor dan komedi cerita ini dapat memberikan kita sudut pandang baru mengenai kehidupan ini. Mungkin seperti itulah kiranya hal menarik yang ada pada kisah ini yang ingin saya bagikan.

Saya sendiri juga tidak tahu siapa penulis cerita ini, jadi saya ingin memberitahukan terlebih dahulu bahwa kisah atau cerita Perampok Cerdas ini bukan merupakan karangan saya, dan saya hanya mencoba membagikan ceritanya dengan gaya bahasa saya sendiri.

Kisah Perampok Cerdas

Kesibukan Bank berjalan seperti biasa, namun berubah ketika terdengar teriakan!

“jangan bergerak! serahkan semua uang milik Negara. Hidup anda adalah milik anda” ucap komplotan perampok yang menodongkan senjata untuk menakuti seisi Bank.

Perampok tersebut meminta agar pihak bank menyerahkan seluruh uang yang ada kepada mereka secepatnya.

Kemudian salah satu pegawai Bank sexy mencoba merayu perampok tersebut. Namun para perampok malah marah dan berkata “Yang sopan mba! Ini perampokan bukan perkosaan!.

Para perampok tersebut melanjutkan aksi mereka.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Belajar Makna Uang Dari Drama Korea Squid Game

Setelah selesai mengambil uang hasil rampokan, mereka pergi meninggalkan bank dan menuju markas persembunyian mereka.

Kemudian salah satu perampok muda lulusan Universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD. “Bang, ayo kita hitung hasil rampokan kita”

Perampok tua menjawab. “Dasar bodoh, uang yang kita rampok banyak, akan repot untuk menghitungnya. Kita tunggu saja media memberitakan, pasti ada informasi mengenai jumlah uang yang kita rampok”.

Perampok muda pun mengikuti perkataan dari seniornya dan menunggu informasi dari media mengenai jumlah uang yang berhasil mereka rampok.

Sementara Bank di rampok, manajer Ban berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Namun kepala cabang berkata, “Tunggu dulu, kita ambil 80 miliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok”

Manajer bank setuju dengan hal itu, bahkan berkata “Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan”

Keesokan harinya media memberitakan uang 100 miliar telah dirampok dari Bank. Kemudian para perampok menghitung uang yang mereka rampok, karena tidak percaya dengan nilai yang mereka dengar.

Setelah menghitungnya, para perampok benar-benar murka dan berkata, “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 miliar, orang bank tanpa usaha dapat 80 miliar. Lebih enak jadi perampok berpendidikan rupanya”

Pelajaran dalam Cerita Perampok Cerdas

Seperti itulah kisah dari perampok cerdas yang mungkin dapat membuka pikiran kita dengan kenyataan yang ada. Walaupun ada banyak humor dalam kisah tersebut, namun tentunya ada banyak pelajaran yang bisa kita pelajari dari kisah tersebut yang di kutip dari motivasisuksesku.id

1. Mind Changing

Pada saat perampok datang dan berkata, hidup anda adalah milik anda.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  3 Hal yang Membuat Kita Miskin di Hari Tua

Hal tersebut merupakan contoh pengaplikasian dari “merubah cara berpikir” yang mana hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan kreativitas.

Kita tidak harus selalu melihat sesuatu sesuai dengan pattern. Dengan merubah cara berpikir dan melihat kita, ada banyak hal yang mungkin bisa kita bayangkan yang menjadi pemicu munculnya kreativitas.

2. Being Professional

Ketika salah satu perampok di rayu oleh pegawai bank sexy, dan kemudian ia berkata “Yang sopan mba!, ini perampokan bukan perkosaan!”

Hal ini dapat kita sebut dengan istilah “Being Professional” atau bertindak dengan professional. Fokus pada pekerjaan sesuai dengan prosedur yang kita dapat menjadi hal penting yang perlu kita miliki. Terlebih ketika kita terjun kedalam dunia kerja yang menuntut kita untuk bekerja secara professional dan tidak mengandalkan emosional.

3. Experience

Ketika perampok muda memberikan saran kepada perampok tua untuk menghitung uang hasil rampokan mereka.

Hal tersebut kita kenal dengan istilah “Experience” atau pengalaman. Selembar kertas dari universitas akan terabaikan oleh pengalaman. Seperti itulah kiranya kenyataan yang ada dalam kehidupan, dimana seringkali suara kita terbatas hanya karena kurangnya pengalaman.

4. Swim with the Tide

Pada saat manajer bank melaporkan perampokan kepada kepala cabang, kemudian kepala cabang berkata, “Tunggu dulu, kita ambil dulu 80 miliar untuk kita bagi dua”.

Hal ini disebut “Swin with the tide” atau ikuti arus. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi, seperti itulah kiranya gambaran dari istilah ini.

5. Killing Boredom

Ketika manajer bank berkata “Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Hal ini kita sebut sebagai “Killing Boredom” atau menghilangkan kebosanan, dimana kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya:  Pertimbangkan Hal Ini Jika Ingin Mengambil Kursus Bahasa Inggris

6. Knowledge is Worth as Much as Gold

Ketika media memberitakan informasi uang yang berhasil dirampok, dan para perampok marah dengan hal tersebut.

Hal demikian kita kenal sebagai “Knowledge is worth as much as gold” atau pengetahuan lebih berhagra daripada emas. Dengan kecerdasan seseorang bisa mendapatkan sesuatu dengan mudah, seperti yang dilakukan oleh para perampok cerdas tersebut.


Seperti itulah kiranya kisah dari “Perampok Cerdas” dan beberapa pelajaran yang bisa kita ambil. Tentunya kisah tersebut hanya sebagai penggambaran dan bukan sebagai hal yang patut untuk kita tiru.

Selain beberapa pelajaran yang telah kita sebutkan, tentunya ada banyak hal lainnya yang juga dapat kita petik dari kisah ini.

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: