Strategi Investasi: Jangan Menaruh Telur di Satu Keranjang

0 views

Perumpamaan yang cukup populer dalam dunia investasi dan manajemen keuangan yakni “dont put all your eggs in one basket”. Jika kita artikan kedalam bahasa Indonesia, yakni jangan menaruh semua telur yang kamu punya dalam satu keranjang yang sama.

Saya pribadi baru mengenal pepatah satu ini semenjak tertarik dalam dunia investasi. Waktu itu saya juga bingung dengan maksud dengan perumpamaan satu ini, dan bertanya-tanya apa hubungannya dengan investasi.

Ternyata setelah saya memahaminya, makna dari perumpamaan atau pepatah ini sangat membuka pemikiran saya dalam melakukan investasi.

Oleh karena itu saya mencoba berbagi kepada teman-teman mengenai prinsip investasi satu ini. Khususnya kepada teman-teman yang belum tahu dengan pepatah satu ini atau belum paham betul.

Arti “Jangan Menaruh Telur di Satu Keranjang”

Ketika kita menjatuhkan keranjang atau wadah yang berisikan semua telur yang kita punya, pertanyaannya apa yang akan terjadi?

Tentunya semua telur pada keranjang tersebut akan mengalami kemungkinan pecah. Akibatnya tidak ada telur yang tersisa, padahal kita ingin menggunakannya untuk memasak.

Seperti itulah gambaran dari pepatah satu ini. Jika kita kaitkan dengan dunia investasi telur tersebut sama halnya dengan modal investasi kita. Kemudian keranjang atau wadah telur tersebut merupakan produk investasi yang kita pilih.

Sebut saja saham, apabila kita meletakan seluruh dana atau modal investasi yang kita miliki pada satu saham tertentu. Kemudian saham tersebut mengalami penurunan maka otomatis akan membuat modal investasi kita mengalami minus yang sama dengan penurunan tersebut.

Oleh karena itu penting untuk menempatkan dana investasi kita pada berbagai produk investasi yang telah kita analisa. Karena bagaimanapun produk investasi memiliki tingkat fluktuasi harga yang cukup tinggi, khususnya produk investasi seperti saham.

Tidak hanya pemula, para expert sekalipun pasti memiliki presentase di berbagai produk investasi pada portofolio mereka. Sehingga kita bisa meminimalisir kerugian apabila terjadi suatu kondisi yang mempengaruhi suatu produk investasi yang kita miliki.

Istilah dari pepatah ini di dunia investasi kita kenal dengan sebutan Diversifikasi.

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Diversifikasi Dalam Berinvestasi

Seperti kita ketahui berbagai hal tentunya memiliki plus minus atau kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitupula strategi investasi dengan metode diversifikasi ini, tentunya terdapat plus dan minus didalamnya.

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan yang penting untuk kita ketahui.

Kelebihan Metode Diversifikasi

1. Mengurangi Risiko Kerugiaan

Kelebihan pertama dengan melakukan diversifikasi dalam strategi investasi kita yakni mengurangi tingkat risiko kerugiaan.

Perlu kita ingat kembali bagaimanapun risiko dalam dunia investasi terlebih pada produk investasi dengan fluktuasi harga yang tinggi tentunya tetap ada. Namun dengan melakukan berbagai strategi salah satunya diversifikasi ini kita bisa meminim risiko tersebut.

Metode ini dapat meminimalisir risiko ketika terjadi suatu kondisi yang menyebabkan produk investasi tertentu mengalami gejolak.

Agar semakin paham akan saya contohkan pada produk investasi saham.

  • Saham A Harga Perlembarnya yakni Rp.2.000 atau Rp.200.000/lotnya
  • Saham B Harga Perlembarnya yakni Rp. 1.000 atau Rp. 100.000/lotnya

Kita ambil contoh kita memiliki dana untuk membeli satu lot saham A dan satu lot saham B. Kemudian pada suatu kondisi saham A mengalami penurunan sebesar 10% dan saham B mengalami kenaikan sebesar 30%.

Artinya harga saham A menjadi Rp.180.000/lot dan saham B menjadi Rp.130.000/lot karena saham A mengalami penurunan (loss) dan saham B mengalami kenaikan (gain).

Dengan modal investasi kita yang awalnya berjumlah 300 ribu, walaupun salah satu saham mengalami penurunan, namun saham satunya masih bisa menutupinya. Sehingga modal investasi kita menjadi 310 ribu atau untung 10 ribu rupiah.

Itulah mengapa dengan melakukan diversifikasi kita dapat mengurangi risiko kerugiaan ketika berinvestasi. Terutama ketika kita berinvestasi di produk investasi yang memiliki kecendrungan tinggi mengalami peningkatan dan penurunan.

2. Memperbesar Keuntungan

Kelebihan berikutnya dari strategi investasi ini yakni dapat memperbesar keuntungan yang bisa kita dapat. Seperti yang sudah kita tahu, suatu produk investasi dapat mengalami peningkatan atau penurunan. Dengan analisis yang baik dan pengalaman yang cukup akan membuat kita lebih baik dalam memilih suatu produk.

Sebagai contoh ketika kita menempatkan semua dana kita pada salah satu produk investasi seperti emas. Sebagaimana kita ketahui peningkatan harga atau nilai dari produk investasi emas ini cukup lambat, akibatnya kita hanya akan mendapatkan keuntungan yang kecil.

Namun jika kita menempatkan dana kita pada berbagai produk investasi yang sudah kita analisa. Hal tersebut akan meningkatkan kemungkinan profit yang lebih besar.

Kekurangan Metode Diversifikasi

1. Membatasi Peluang

Perlu kita ingat, semakin tinggi risiko suatu produk investasi akan memiliki tingkat return yang tinggi pula. Itulah mengapa dengan berani mengambil risiko akan memberi kita kesempatan yang besar untuk menuai keuntungan.

Pengalaman dalam membuat keputusan pada produk investasi dengan tingkat risiko tinggi tentunya tidak kita dapat begitu saja. Perlu adanya proses jatuh bangun yang perlu di lalui untuk mencapai semua itu.

Dengan melakukan diversifikasi akan membatasi kita untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Karena dana investasi kita alokasikan pada berbagai produk investasi dengan tingkat return yang berbeda-beda. Berbeda jika kita menaruhnya pada satu aset atau produk investasi dengan return tingkat return tinggi seperti saham.

Dengan memilih beberapa saham yang sudah kita analisa akan membuat keuntungan investasi yang lebih besar.

2. Prosesnya yang Kompleks

Kekurangan dari metode diversifikasi lainnya yakni prosesnya yang lebih kompleks. Ketika kita meletakan dana investasi pada satu aset atau produk yang sama tentu akan lebih mudah.

Sebagai contoh ketika kita menaruh dana investasi pada produk saham, kita hanya perlu memiliki rekening di salah satu sekuritas saham saja. Kemudian kita investasikan pada saham-saham yang kita inginkan.

Berbeda jika kita bagi-bagi pada berbagai produk investasi yang beragam seperti obligasi, reksadana, emas. Tentu prosesnya akan lebih kompleks, terlebih ketika sekuritas yang kita gunakan tidak menyediakan produk investasi lain.


Itulah arti dari pepatah “jangan taruh telur di satu keranjang yang sama” atau singkatnya yakni diversifikasi. Jika ada tambahan atau koreksi dari teman-teman tentunya akan sangat membantu menyempurnakan artikel ini.

Kemudian perlu kita ingat kembali, bagaimanapun strategi yang kita gunakan tidak ada yang salah selama kita tetap cuan. Oleh karena itu melakukan investasi dengan profil risiko dan manajemen investasi masing-masing adalah hal yang penting.

Picture by aa on Unsplash

Leave A Reply

%d blogger menyukai ini: